5 Langkah Ajarkan Anak Berenang

Written by Nitra on March 3, 2021 in LIP with no comments.

Misalnya memerciki wajahnya dengan air atau bermain siram-siraman. Mulailah ajak anak untuk memelihara hewan seperti burung, kucing, anjing atau kelinci di rumah. Memelihara hewan bisa menjadi salah satu cara membiasakan si kecil berteman, beradaptasi, dan merasa nyaman dengan hewan. Tentu, para orang tua perlu menerapkan strategi yang jitu untuk meredakan perasaan takut buah hatinya terhadap binatang. Sebagaimana dilansir laman Ibu dan Balita, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membuat anak-anak tidak lagi takut pada hewan. Tidak hanya memiliki rasa takut pada burung, anak-anak juga bisa mengalami fase ketakutan pada hewan kecil lainnya, seperti kucing atau anjing.

Namun yang perlu diingat, pilih mainan yang berbahan aman dan tidak memerlukan listrik agar anak tidak tersetrum. Agar momen mandi anak lebih seru, Anda bisa memasang gambar tokoh kartun kesayangan si Kecil atau poster edukatif lainnya. Latihan mengapung di tepi kolam dengan posisi badan terlentang atau tengkurap. Kong4D Latihan mengapung dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu atau berpegangan di dinding kolam. Untuk bayi, jangan terlalu lama berenang, karena tubuh mereka masih rentan dengan penyakit seperti flu dan demam. Anda juga harus memperhatikan suhu air, jangan terlalu dingin karena bisa membuat bayi Anda kaget.

Cara agar anak tidak takut berenang

Berenang di jam yang cukup sepi supaya anak lebih leluasa untuk berlatih dan membiasakan diri. Dan setelah berenang, ibu juga bisa membelikan anak makanan kesukaannya. Tak masalah anak merasa takut, kita hanya perlu melakukan pendekatan pelan-pelan untuk memudarkan ketakutannya. “Biasanya orang takut, contoh ada saraf kejepit, trauma di lutut, atau sakit di lutut, berenang jauh lebih baik dipakai untuk berolahraga,” tuturnya.

Nikita Mirzani tak membantah kalau dirinya cukup khawatir melihat kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang terus melunjak ini. Belajar adalah proses untuk mengetahui sesuatu, jadi bagi Parent Pinters jangan menargetkan hal-hal berlebihan atas kemampuan anak jika tak sesuai dengan kenyataan. Gunakan alat peraga, membuat sesuatu hal akan menjadi hal seru bagi anak dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan. Mengajak anak belajar dengan cara teori saja, membaca saja, atau hal-hal yang sifatnya hanya tekstual akan membuat anak menjadi bosan.

Untungnya, ada banyak cara yang bisa orang tua lakukan untuk membantu Si Kecil dalam mengatasi ketakutannya akan air. Nah, kalau Bunda selalu gagal membujuk si kecil untuk renang, berikut ini beberapa cara membuat anak tidak takut berenang, dilansir What To Expect. Anak yang takut berenang umumnya merasa tak nyaman jika harus berada di air dengan orang-orang yang tampak agresif. Misalnya, anak-anak yang lebih tua darinya yang sering loncat ke dalam kolam di dekatnya.

Hindari juga pemakaian swim seat di tempat bergelombang seperti laut. Memperkenalkan aktivitas berenang sejak dini dipercaya dapat memberikan manfaat yang baik untuk anak. Selain otak anak dapat berkembang dengan maksimal, anak dapat merasa bahagia dan meningkatkan rasa percaya dirinya. Pada awal memperkenalkan serunya berenang, Anda dapat memasang pelampung demi keselamatan anak Anda. Berwarna-warni dan lucu lebih disukai anak-anak ketimbang yang monoton.

Cara melatih psychological tangguh yang pertama adalah dengan cara membiarkan si Kecil untuk menentukan pilihan. Anak yang pemberani dan memiliki mental tangguh adalah anak yang dapat menentukan pilihannya sendiri dan dapat memecahkan masalah. Jika Mama ingin si Kecil menjadi mandiri dan berani, Mama harus membiarkan si Kecil menentukan pilihan.

Intinya, gunakan cara perlahan agar ia berusaha nyaman dengan kondisi tersebut. Tabloid-Nakita.com – Siapa sangka air menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian anak. Sebagai orangtua, Mama perlu membantunya untuk mengatasi rasa takutnya. Mama perlu mengajarkan konsistensi dan berusaha sabar dalam mengatasi anak yang takut air. Umumnya, Anak menyukai kegiatan berenang, sampai-sampai mereka “lupa waktu” tak mau pulang karena keasyikan di kolam renang. Maka ajarkan buah hati Anda berenang sejak dini, bahkan sejak balita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *